Oleh Kelompok 1:
Ahmad Ridho C54080003
I Gede Mahendra W C54080004
Priagung Wicaksono C54080006
Veronica Stella A. L C54080014
Sri Hadianti C54080039
Iwan Adi C54080073
Indonesia merupakan negara dengan kawasan perairan dengan gugusan perairan yang paling luas. Sebagian besar perubahan iklim yang terjadi di Indonesia dipengaruhi oleh fase perubahan kondisi yang terjadi di lautan. Semakin tinggi suhu lingkunga, umumnya tingkat evaporasi yang tinggi pula. Sehingga mengakibatkan intensitas air di wilayah daratan pun besar dengan hujan yang terbilang tinggi. Perubahan cuaca yang kian tidak menentu mengakibatkan sering terjadinya perubahan kondisi lingkungan secara tiba-tiba. Fenomena alam ini terjadi tiap saat. Seperti misalnya di tengah musim kemarau, hujan tetap turun dengan derasnya. Cuaca menjadi tidak dapat diprediksi. Hal ini mengakibatkan banyak daerah-daerah di Indonesia, seperti Jakarta mengalami banjir secara berkala. Hal ini dapat terjadi ketika di manapun dan kapanpun. Di saat malam atau pagi, atau bahkan di saat anda tidur kemudian terbangun, setelah menapakkan kaki ternyata yang ada injak bukanlah lantai melainkan air.
Atas dasar hal tersebut maka pencegahan banjir seperti ini harus diantisipasi secara lebih awal. Salah satu inovasi yang kami perkenalkan ialah bagaimana caranya mengantisipasi semua kemungkinan ini agar bahaya banjir yang terjadi secara tiba-tiba dapat diatasi lebih awal untuk mengurangi semua kemungkinan fatal yang akan terjadi. Salah satunya ialah menggunakan detector banjir yang diaplikasikan dalam skala rumahan yang efisiensi biaya dan merupakan terapan teknologi.
Alat pendeteksi banjir ini dapat diaplikasikan di dalam rumah-rumah yang lingkungannya sering mengalami banjir agar dapat menghadapi bencana banjir secara lebih dini. Misalnya jika hujan mulai turun dengan deras, maka sensor ini dapat diaktifkan untuk mendeteksi jika terjadi banjir, dan air telah mencapai ketinggian tertentu. Maka sistem sensor dari alat ini akan tersimulasi dengan buzzer yang akan memberikan reaksi berupa suara yang akan dihasilkan.
1.1 Hasil
Setelah alat pendeteksi banjir ini dibuat, didapatkan hasil sebagai berikut:
Keadaan | Tegangan (V) | ||
Kaki 3 | Kaki 2 | Kaki 6 | |
Terang | 11.64 | 11.61 | -10.01 |
Gelap | 11.62 | 11.83 | 10.71 |
1.2 Pembahasan
Pada saat terang, pada op amp tegangan pada kaki 3 (non inverting) lebih kecil dari kaki 2 (inverting) maka tegangan keluaran pada kaki 6 bernilai negatif. Sebaliknya pada saat gelap, pada op amp tegangan pada kaki 3 lebih besar dari kaki 2 maka tegangan keluaran pada kaki 6 bernilai positif. Pada dasarnya, rangkaian ini telah bekerja dengan baik karena kaki-kaki op-amp bekerja dengan baik. Walaupun rangkaian ini telah berjalan dengan baik, ternyata baelum mampu untuk menghidupkan alarm. Tegangan yang dikeluarkan lebih besar dari inputnya, namun tegangan ini belum cukup kuat untuk menghidupkan alarm, sehingga alat kurang bekerja dengan maksimal. Kelebihan alat ini dapat berguna bagi masyarakat karena harganya terjangkau. Sedangkan kekurangan dari alat ini yaitu belum dapat digunakan pada malam hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar