Minggu, 24 Oktober 2010

PROTOTIPE LAMPU MERCUSUAR (Dasar Instrumentasi)

Kelompok 3

Nisa Nisvia Marsya                             C54080005
Lovedrian Ariston                               C54080018
A.A. Gede Wirapramana                               C54080021
Dwi Setiadi Firmansyah                     C54080051
Umi Kalsum Madaul                           C54080093


Mercusuar adalah sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut. Sumber cahaya yang digunakan beragam mulai dari lampu sampai lensa dan (pada zaman dahulu) api. Mercusuar biasanya digunakan untuk menandai daerah-daerah yang berbahaya, misalnya karang dan daerah laut yang dangkal. Meskipun dewasa ini mercusuar jarang digunakan dikarenakan munculnya GPS, namun keberadaan bangunan ini merupakan hal yang sangat penting bagi para pelaut agar dapat kembali ke daratan dengan selamat.
Pada projek kali ini rangkaian yang akan dirangkai berupa mercusuar dalam bentuk prototipe yang memanfaatkan sensor cahaya yang berupa LDR ( Light Dependent Resistor). Pemanfaatan sensor cahaya sebagai pemicu dalam menyalakan lampu pada mercusuar memiliki beberapa keuntungan dilihat dari berbagai aspek diantaranya perlunya penghematan energi dewasa ini karena pada umumnya lampu yang digunakan pada mercusuar menggunakan voltase yang tinggi pada saat pertama kali dinyalakan juga dapat meminimalisir usaha penjaga mercusuar dalam menyalakan lampu pada waktu yang diperlukan.
Perlunya alat pemberi tanda yang bekerja secara otomotatis untuk memudahkan kegiatan manusia sehari-hari merupakan aspek yang menjadi faktor munculnya ide pembuatan prototipe mercusuar. Prototipe adalah bentuk awal (contoh) atau standar ukuran dari sebuah entitas. Dalam bidang desain, sebuah prototipe dibuat sebelum dikembangkan atau justru dibuat khusus untuk pengembangan sebelum dibuat dalam skala sebenarnya atau sebelum diproduksi. Sistem kerja dari alat ini adalah memanfaatkan intensitas cahaya untuk menyalakan lampu. Intensitas cahaya yang diterima akan mempengaruhi kinerja komponen didalamnya. Hal ini dapat dijabarkan dengan kinerja sensor cahaya yang berada di dalam komponen yang mendukung alat ini untuk memanfaatkan intensitas cahaya yang diterima untuk mengalirkan arus ke lampu sehingga lampu dapat menyala. Salah satu komponen utama dalam saklar senja adalah sensor cahaya yang berfungsi untuk mendeteksi cahaya yang ada di sekitar kita.  Sensor yang terkenal untuk mendeteksi cahaya ialah LDR(Light Dependent Resistor).  Sensor ini akan berubah nilai hambatannya apabila ada perubahan tingkat kecerahan cahaya.
Resistansi LDR berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh akan mempengaruhi banyak atau sedikitnya muatan yang dilepas atau arus listrik ke dalam komponen . Artinya resistansi bahan telah mengalami perubahan. Namun perlu juga diingat bahwa respon dari rangkaian ini akan sangat tergantung pada nilai LDR yang digunakan. Perubahan nilai hambatan pada LDR tersebut akan menyebabkan perubahan beda tegangan pada input basis transistor, sehingga akan mengaktif/nonaktifkan transistor. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar