Kelompok 6
Dea Fauzia Lestari C54080013
Ahmad Hambali Bani Nuh C54080019
Bagus Bastian C54080030
Rizki Hermawan C54080033
Niki Drupaditya G. C54080080
Hakiki Riffatudin C54080085
Pada mulanya penggunaan lampu untuk penangkapan masih terbatas pada daerah-daerah tertentu dan umumnya dilakukan hanya di tepi-tepi pantai dengan menggunakan jaring pantai (beach seine), serok (scoop net) dan pancing (hand line). Pada tahun 1953 perkembangan penggunaan lampu untuk tujuan penangkapan ikan tumbuh dengan pesat bersamaan dengan perkembangan bagan (jaring angkat, lift net) untuk penangkapan ikan. Saat ini pemanfaatan lampu tidak hanya terbatas pada daerah pantai, tetapi juga dilakukan pada daerah lepas pantai yang penggunaannya disesuaikan dengan keadaan perairan seperti alat tangkap payang, purse seine dan sebagainya.
Penggunaan cahaya (lampu) untuk penangkapan ikan di Indonesia dan siapa yang memperkenalkannya belumlah jelas. Di daerah-daerah perikanan Indonesia Timur, khususnya yang terdapat usaha penangkapan cakalang dengan pole and line dilakukan sekitar tahun 1950 ditemukan kurang lebih 500 buah lampu petromaks yang digunakan untuk penangkapan, dimana tempat lain belum digunakan (Subani, 1983).
Penggunaan cahaya listrik dalam skala industri penangkapan ikan pertama kali dilakukan di Jepang pada tahun 1900 untuk menarik perhatian berbagai jenis ikan, kemudian berkembang dengan pesat setelah Perang Dunia II. Di Norwegia penggunaan lampu berkembang sejak tahun 1930 dan di Uni Soviet baru mulai digunakan pada tahun 1948.
Cahaya merupakan bagian yang fundamental dalam menentukan tingkah laku ikan di laut. Stimuli cahaya terhadap tingkah laku ikan sangat kompleks antara lain intensitas, sudut penyebaran, polarisasi, komposisi spektralnya dan lama penyinaran.
Biasanya pada bagan digunakan rumpon untuk mengalihkan perhatian dan mengumpulkan ikan. Namun pada penggunaanya, rumpon dinyalakan secara tidak otomatis karena masih mengandalkan bantuan manusia. Ide bagan bercahaya ini diharapkan dapat menciptakan alat yang otomatis dalam penyedian lampu sebagai alat penarik ikan sehingga penggunaanya lebih efektif dan efisien karena adanya bantuan sensor cahaya yang bekerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar