Minggu, 24 Oktober 2010

OCTOTRAP (Trap Gurita) (Dasar Instrumentasi)

     Oleh kelompok 2:
Tegar Hutomo P        (C54080023)
Nurhidayah S             (C54080002)
Arif Baswantara        (C54080027)
M. Bahrun Rohadi    (C54080076)
Samsu Nur Pratomo  (C54080072)
La Elson                    (C44094001)

Saat ini alat untuk menangkap gurita yang umum digunakan adalah alat tangkap clay pots (kendi tanah liat), tombak, dan trap (perangkap). Clay pots dan trap tidak banyak digunakan oleh nelayan di Indonesia (DKP.1999), dikarenakan kompleksitas di dalam operasi penangkapan. Alat tangkap tombak yang banyak digunakan. Namun kendalanya adalah harus menyelam dengan cara memasukan tombak/pengait ke lubang-lubang karang sehingga tidak sedikit karang yang rusak
Biasanya bubu juga digunakan untuk menangkap gurita ini, tetapi kurang efektif karena gurita yang sudah terperangkap dapat keluar lagi sehingga pekerjaan hanya sia-sia. Selain itu bubu juga dioperasikannya pada malam hari, sehingga kurang efektif dalam pengoperasian,  pada tugas akhir ini praktikan membuat alat yang lebih efektif yaitu gurita trap.
Dalam pembuatan gurita trap ini, menggunakan cahaya untuk menarik gurita agar masuk ke dalam trap( perangkap) , alat ini dapat dibiarkan saat dioperasikan pada malam hari, sehinggia operator tidak perlu menunggu sehingga lebih efektif dalam pengoperasiannya. Gurita trap ini juga memeliki sistem penutupan( perangkap) secara otomatis dapat tertutup sehingga gurita tidak mudah keluar dari perangkap.
Tidak seperti halnya,  tombak yang biasa digunakan nelayan dalam menangkap gurita, dengan kendalanya adalah nelayan  harus menyelam dengan cara memasukan tombak/pengait ke lubang-lubang karang sehingga tidak sedikit karang yang rusak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar